Anak Siswi SMA melahirkan bayi laki laki di kebun HEBOHKAN warga, BAYI MASIH MERAH TERLILIT TALI PUSAR Klik BACA Beritanya 😭😭👇👇👇👇👇

  


PASTVNEWS.COM, ini warta heboh dan anda mungkin bisa berkerut, pasalnya, sebuah kabar muncul membawa seragam anak sekolahan yang masih pelajar. Apa itu, yaa sebuah sumber  wagino.com menggungah anak  SMA  melahirkan bayi laki laki di kebun



Lokasi ini di jepret di kota tengerang 26 November 2014 tepatnya di kebun milik warga di kalurahan Cimone Jaya karawaci Tangerang.



Menurut sumber peristiwa itu berawal  2 orang  siswa masih berseragam abu abu putih yang masih Pelajar SMA.



Khairul salah satu sumber, mengungkapkan,  Di luar dugaan si perempuannya minta di berhentikan di kebun karena ada darah mengucur dan dalam kondisi lemah, kemudian tak di nyataoo oek.. oekkk... lahirlah seorang jabag bayi  yang masih merah juga masih ada tali pusarnya seperti dalam gambar, Atas kondisi ini ada warga demi kemanusiaan sehingga dia di bawalah ke rumah sakit terdekat  “lanjur Khairul.


foto siswi melahirkan sedang di tolong warga masih kebun



Semula yang memberi tahu Ibu, kemudian di kira hanya akan buang air tetapi setelah di cermati malah melahirkan, "papar khairul anwar.


Pasca ID masuk rumah sakit yakni di RS melati  (Pihak Rs Eva Kusnilawati)  menjelaskan terkait bahwa ID si ibu bayi, masuk RS jam 13.00, dalam kondiri lemah, beruntung bayi laki laki yang lahir selamat, pungkasnya.



Sebuah sekolahan PGRI 1 Kota Tangerang dengan kepala sekolahnya Aef Gumiwa yang mendapat laporan bahwa di duga itu muridnya, Dia mengaku belum mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami ID. Namun berdasarkan ketentuan tertulis, siswa  siswi yang belajar di SMK PGRI 1 ada aturan jelas ada larangan kawin/menikah..dengan begitu jelas tata tertip sudah di langgar, dan tentunya sudah jelas yaa gugur sendirio lanjur Kepsek tersebut.  "tim red.



Berita heboh ini lantas mendapat banyak ragam komentar dari pemirsa 3 di aantaranya adalah sebagai berikut,




Surya tini >> Tolong jgn hanya guru yg di salahkan... krn guru ketemu atau mengawasi disekolah hanya sekitar 5-6 jam shg waktu lbh banyak dirumah/tugas org tua yg mengawasi jd org tua jgn hanya lepas tangan dan pasrah pd pendidikan di sekolah, ayo ikut juga menjada, mengawasi dan mendidiknya supaya generasi seprti itu tdk terjadi lagi.



Ostan simont, koment, Baiturahman, jangan salahkan Guru broo salahkan aturan yg diterapkan.sejak kluar aturan perlindungan anak maka yg dominan adalah Guru bisanya mengajar tapiu/mendidik tdk bisa knapa? ketika seorang siswa nakal.


melawan guru, mengejek guru, tdk kerja tugas, bolos, main hp saat belajar, Guruh hanya bisa makan hati, Guru mnejewaer siswa org tua siswa melaporkan sebagai kekerasa,jadi saudara jangan asal menyalahkan Guru.



Suhatiennya eko berkomentar, YANG JELAS DAN PERLU DIKETAHUI..bahwa pendidikan itu bukan tanggung jawab guru semata,tapi INGAT....anak-anak itu punya orang tua yang justru terlibat banyak dalam pendidikan anaknya, juga LINGKUNGAN, dilingkungan seperti apa mereka hidup.........YANG PALING UTAMA ADALAH BAGAIMANA PENDIDIKAN AGAMA YANG DITANAMKAN ORANG TUANYA SEJAK KECIL..............guru jangan dijadikan kambing hitam...........................guru-guru itu sudah banyak sekali beban, meski jujur tidak semua guru begitu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :