Ya Allah Perjuangan ibu tak ada bandingnnyaa 😭😭😭 kejadiaan subuh ini Syurga menantimu buu 😭😭😭 sehat sehat yaa naak, kamu bakal jadi orang hebat suatu hari kelak, jangan lupa do'ain ibu kalo udah gede 😭😭😭 Semoga yang baca ini Allah selalu beri kesehatan dan rezeki yang berkah aamiin

 



 Ia mengalami pendarahan setelah melahirkan sehingga membuatnya tak bisa bertahan. Santer postingan ini pun mendapatkan perhatian dari warganet. Kholifah Ifa, "Surga menantimu sayang smg ank2 qm ..jd ank sholeh sholikha..amiin." Sisi Bromo, "Ya'allah mudah2 an keluarga d berikan kekuatan dan bayi mungil d berikan kesehatan ya'allah ibu surgalah tempatmu ibu semoga pengorbanmu bermanfaat untuk bayi2 mungil amin...amin YRA."




Warganet yang menyampaikan doa untuk Dina Nasution yang telah berjuang melahirkan ketiga buah hatinya itu.




Kebanyakan warganet mengirimkan doa untuk Dina Nasution dengan harapan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. ."



Iga Mardva,"Surga menunggumu, Aamiin." Dilansir tribunjabar, postingan viral ini baru diunggah baru-baru ini, Selasa (20/04/2022). Sampai berita ini diturunkan, Rabu (20/04/2022) pukul 16.10 WIB, unggahan viral itu disukai 20 ribu like, mendapatkan 2 ribu komentar, dan sudah dibagikan 19 ribu kali. Adapun dalam unggahan video, momen mengharukan pun terjadi.

Tubuh Dina Nasution yang meninggal itu tampak sudah dibalut dengan kain kafan. Matanya yang sudah tertutup itu, tampak menunjukkan wajah berseri. Sebelum dikebumikan, ketiga bayi kembarnya di dekatkan di samping jasadnya. Momen mengharukan itu pun pecah. Terdengar suara orang-orang yang menyaksikannya menangis haru. Banyak yang menyebutkan proses melahirkan adalah momen pertaruhan nyawa ibu dan anak.




Melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati. Sementara itu berkaitan dengan melahirkan 3 bayi kembar (triplet) memang pengalaman persalinn secara alami, namun memiliki risiko besar. Hamil seiring dengan banyaknya jumlah bayi lebih tinggi terkena risiko. Dilansir tribunjabar.id dari instisari.grid.id, Dr dr Ali Sungkar, SpOG, dari Brawijaya Women and Children Hospital, mengatakan kehamilan kembar risiko kematiannya lebih tinggi dibandingkan kehamilan satu janin. Menurutnya, kehamilan kembar akan meningkatkan perinatal mortality rate (PMR) atau angka kematian bayi pada usia kehamilan 28 minggu, dan bayi yang berusia tujuh hari

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :